Daftar RSS Kami
Terima update dengan segera setiap ada posting.
Berisi kumpulan doa, tatacara berpuasa, shalat, dan berhaji/umrah.
Juga artikel, berita, dan agenda kegiatan Islami.
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat datang di situs ibadah.info kami, situs dikembangkan dan disediakan bagi anda yang memerlukan rujukan praktis tentang petunjuk beribadah Islam yang baik dan benar; juga untuk bisa menjadi pengingat dan penyegar kembali pada pengetahuan kita tentang peribadatan.
Kami akan berusaha menyajikan tatacara ibadah yang sesuai dengan AlQuran dan Sunnah Rasul.
Membaca merupakan salah satu bentuk untuk mendapatkan ilmu dan menyegarkan kembali apa yang pernah dipelajari. Situs ini akan mencoba melengkapi bacaan yang ada dengan suara, agar pengunjung dapat dimudahkan untuk mempelajari dan menghafal bacaan-bacaan yang ada di dalamnya.
Hal 'Baik' Yang Merusak Kesempurnaan Shalat Jumat
2011-07-29,
- shalat sunnah saat khatib telah mulai khutbah
- mengedarkan kenclengan infak untuk mesjid
- menyalami orang di sebelah, setelah shalat sunnah saat khatib sedang berkhutbah
Ibadah Haji
2011-07-25,
Haji merupakan ibadah yang wajib dilakukan sekali seumur hidup, jika mampu baik fisik, keilmuan, dan keuangannya; merupakan rukun Islam yang kelima dari 5 rukun Islam.
- tanggal 8 Dzulhijjah, melaksanakan haji bermalam di Mina,
- tanggal 9 Dzulhijjah, melaksanakan wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah
- tanggal 10 Dzulhijjah, melakukan lempar jumrah, simbolisasi melempar setan dengan batu.
Puasa Bulan Ramadhan
2011-07-24,
“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa” (QS. Al-Baqarah:183)."(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui " (QS. Al-Baqarah:184)(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah:185)Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah:186)
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma`af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. (QS. Al-Baqarah:187)
Berpuasa diwajibkan kepada umat Islam yang telah mencapai baligh, berakal sehat, dan mampu melaksanakannya pada bulan Ramadhan selama sebulan penuh.
Berpuasa adalah ibadah yang dijalankan dengan menahan diri dari lapar, haus, dan nafsu seks; yaitu dengan tidak makan, tidak minum dan tidak bersenggama dimulai sejak waktu Shubuh sampai dengan Maghrib dengan niat ikhlas karena Allah Ta'ala. Di dalam ritual ibadah puasa memiliki efek penyucian dan pembersihan jiwa, juga untuk menjernihkannya dari pikiran-pikiran yang buruk dan akhlak yang rendah.
- niat yang baik.
Hendaklah orang yang berpuasa berniat untuk meraih takwa, mendapatkan ridha Allah SWT, serta mencari pahala dan balasan yang dijanjikan atas orang yang berpuasa.
- bersahur walaupun hanya minum seteguk air.
Nabi SAW menganjurkan bersahur, bahkan Rasulullah SAW memerintahkan sahur melalui sabdanya,"Bersahurlah walaupun hanya meminum seteguk air." (HR Ibnu Hibban).
Sahur bertujuan agar seseorang lebih kuat dalam berpuasa, lebih banyak berkahnya, serta meneladani perbuatan Nabi SAW.Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW bersabda:
- "Perbedaan antara puasa kami dengan puasa Ahlul Kitab adalah makan sahur." (HR Muslim).
- "Bersahurlah karena pada makan sahur terdapat berkah." (HR Bukhari dan Muslim)
- "Sebaik-baiknya makanan sahur orang Mukmin adalah kurma." (HR Abu Daud)
- mengakhirkan makan sahur.
Mengakhirkan makan sahur termasuk sunah Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW telah menganjurkan umatnya untuk mengakhirkan makan sahur. Rasulullah bersabda, "Bersegeralah berbuka dan akhirkanlah makan sahur." (HR Ibnu 'Adiy).Diriwayatkan dari Zaid bi Tsabit RA, ia berkata, "Kami pernah sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian kami bangkit untuk mengerjakan shalat. Anas berkata kepadanya: "Berapa jarak waktu antara keduanya?" Ia berkata: "Jaraknya sekitar bacaan lima puluh ayat." (HR Bukhari dan Muslim).
- selain menahan lapar, haus, dan nafsu syahwat; hendaknya seorang muslim juga untuk:
- menjaga anggota tubuh ketika berpuasa
"Apabila seseorang menjaga anggota tubuhnya: mata, tangan, lisan, telinga, kemaluan, dan kaki dari apa-apa yang diharamkan Allah selama berpuasa, maka ia akan terbiasa melakukan hal tersebut, sehingga menjadi kebiasaan,"
Orang yang berpuasa hendaknya menahan pandangan dari apa-apa yang diharamkan Allah SWT, serta menjaga lisannya dari menggunjing dan mengadu domba.
- sabar dan tak berbuat jahat
Janganlah seseorang membalas perbuatan jahat dengan yang semisalnya. Janganlah membalas orang yang mencacinya, tetapi hendaklah tabah, sabar dan menahan diri ketika marah. Rasulullah SAW bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, janganlah ia berbuat keji dan jahat. Jika ada orang mencaci atau mengganggunya, hendaklah ia berkata; 'Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa'." (HR Bukhari-Muslim). - memperbanyak amal kebaikan
Saat berpuasa, dianjurkan bagi seorang Muslim untuk mengisi waktunya dengan berzikir dan berdoa, memohon ampun, membaca Alquran, memperbanyak sedekah, menyediakan makanan berbuka semata-mata untuk mencari balasan pahala, menyambung tali silaturahim, melakukan kebaikan-kebaikan dan amal-amal yang lainnya.
- Menyegerakan berbuka.
Menyegerakan berbuka termasuk sunah Nabi SAW. Rasulullah SAW bersabda, " Segerakanlah berbuka ... ". Dalam hadis lainnya, Nabi SAW bersabda, "Manusia tetap berada di dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR Bukhari). Selain itu, saat berbuka disunahkan memakan kurma agar lebih meringankan pencernaan dan memberikan lebih banyak manfaat.
* mengganti pada hari yang lain di luar bulan puasa
* mengganti dengan membayar fidyah
Jangan Lupa Baca Alhamdulillah Setelah Bersin
2011-07-15,
Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk memanjatkan doa setelah kita bersin atau berbangkis. Jika kita mendengar ada orang yang bersin, kemudian mengucapkan hamdalah, maka kita memberikan doa kepada orang tersebut; orang yang bersin jika mendengar ada yang mendoakannya, maka akan membalas doa juga; seperti yang diajarkan Rasulullah.
Secara tidak langsung, kaum muslimin diperintahkan untuk saling mendoakan, saat ada seorang muslim yang mengucapkan hamdalah setelah bersin.
Banyak orang yang menganggap remeh saat bersin atau berbangkis; tidak membaca hamdalah. Kita perlu membiasakan untuk mulai membaca hamdalah dan membalas doa jika ada yang mendoakan setelah kita membaca hamdalah.
Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari RA :
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda : "Sesungguhnya Allah SWT menyukai bersin dan membenci menguap. Jika salah seoarang dari kalian bersin, maka hendaklah ia menucapkan 'Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah SWT)'. Bagi kaum muslimin yang mendengar pujian tersebut hendaknya mengatakan 'Yarhamukallah (Semoga Allah SWT memberimu rahmat)', sedangkan menguap merupakan pekerjaan setan. Jika salah seorang dari kalian hendak menguap, maka sebisa mungkin hendaklah ia tahan. Sesungguhnya jika salah seorang dari kalian menguap, maka setan akan mentertawakannya."
Masih dalam riwayat Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Jika salah seorang dari kalian bersin, hendaklah ia mengucapkan 'Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)' dan saudaranya atau orang yang bersamanya mengatakan kepadanya 'Yarhamukallah (Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu)'. Jika salah seorang mengucapkan 'Yarhamukallah', maka orang yang bersin tersebut hendaklah menjawab 'Yahdiikumullah wayushlih baalakum (Semoga Allah SWT memberikanmu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu)."
Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim RA:
Abu Musa Al Asy'ari RA mendengar Rasululah SAW bersabda : "Jika salah seorang dari kalian bersin, maka hendaklah ia membaca 'Alhamdulillah (segala puji bagi Allah)', dan hendaklah kalian bertasymit (mengucapkan yarhamukallah). Jika yang bersin tidak mengucapkan pujian kepada Allah, maka janganlah kalian bertasymit." (HR Muslim)
Jadi, setiap muslim, setelah bersin atau berbangkis, disarankan untuk mengucapkan alhamdulillah (segala puji bagi Allah).
Seorang muslim lainnya, yang mendengar muslim yang mengucap hamdalah setelah bersin atau berbangkis, wajib untuk memberikan doa sebagai berikut yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu).
Muslim yang bersin, setelah mendengar doa dari muslim lainnya, membalas dengan doa yahdikumullah (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu) atau yahdikumullahu wayushlihu baalakum (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu).
Fakta tentang bersin
- Bersin merupakan respon tubuh kita yang dilakukan oleh membran hidung ketika mendeteksi adanya bakteri dan kelebihan cairan yang masuk ke dalam hidung, sehingga secara otomatis tubuh akan menolak bakteri atau kelebihan cairan yang masuk.
- Bersin akan memejamkan mata secara otomatis, karena syaraf-syaraf yang terdapat di hidung dan mata itu sebenarnya saling bertautan. Hal ini untuk melindungi saluran air mata dan kapiler darah agar tidak terkontaminasi oleh bakteri yang keluar dari membran hidung.
- Bersin akan menghentikan kerja jantung kita, berhenti satu milisecond.
- Bersin memiliki tekanan yang terlalu keras dapat mematahkan tulang iga, memutuskan pembuluh darah di kepala atau leher dan mengakibatkan kematian. Jadi hati-hatilah!
- Jika ada yang bersin sampe lebih dari 5 atau 6 kali dalam sekali bersin, coba periksakan ke dokter.. mungkin mengidap alergi atau gejala sinusitis
Mati Secara Syahid atau Khusnul Khatimah
2011-07-14,
Mati secara syahid merupakan salah satu cara untuk bisa mendapatkan jaminan masuk ke dalam surga. Mati dengan akhir yang baik (khusnul khatimah). Mati syahid menjadi cita-cita bagi kita semua, karena jaminan untuk mendapatkan surga.
Untuk syahid tidaklah harus gugur berperang di jalan Allah (jihad fi sabilillah), karena tidak semua perang merupakan perang fi sabilillah, ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi perang jihad fi sabilillah.
Seseorang dapat menjadi syahid, jika mati karena:
- terkena wabah penyakit
- sakit perut
- tenggelam
- tertimpa reruntuhan
- gugur dalam perang jihad fi sabilillah
- terbunuh karena membela hartanya
- terbunuh karena membela keluarganya
- terbunuh karena membela agamanya
- terbunuh karena membela darahnya
- meninggal karena hamil atau melahirkan (khusus untuk wanita)
Berikut adalah hadits-hadits yang menjelaskan tentang kematian yang bisa menjadikan mati secara syahid:
- Hadits riwayat Muslim dalam Shahihnya, bahwasanya beliau SAW, bersabda: “Siapakah orang yang syahid menurut kalian?” Para sahabat menjawab,”Orang yang terbunuh di jalan Allah, maka ia syahid.” Rasulullah SAW bersabda, ”Kalau begitu, orang yang mati syahid dari umatku sedikit,” mereka bertanya,”Kalau begitu, siapa wahai Rasulullah?” Beliau SAW menjawab, ”Orang yang terbunuh di jalan Allah, ia syahid. Orang yang mati dijalan Allah, maka ia syahid, Orang yang mati karena sakit tha’un (wabah), maka ia syahid. Barangsiapa yang mati karena sakit perut, maka ia syahid. Dan orang yang mati tenggelam adalah syahid,
- Mati karena tertimpa reruntuhan. Berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Nabi SAW beliau SAW bersabda, Maksud Hadist: “Orang yang mati syahid ada lima, yaitu: Orang yang mati terkena penyakit tha’un, sakit perut, orang tenggelam, orang yang terkena reruntuhan dan orang yang shahid di jalan Allah.”
- Diantara Hadist yang menjelaskan jenis kematian syahid yang lain yaitu: hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dan Annasaa’i, bahawa Nabi SAW bersabda, Maksud Hadist: “Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya, maka ia syahid. Barangsiapa terbunuh karena membela keluarganya, maka ia syahid. Barangsiapa terbunuh karena membela agamanya, maka ia syahid. Dan barangsiapa yang terbunuh karena membela darahnya, maka ia syahid”.
- Tanda mati husnul khatimah, khusus bagi wanita, ialah meninggal saat nifas, ataupun meninggal saat sedang hamil. Telah diriwayatkan sebuah Hadits shahih dari Imam Ahmad, dengan sanad Ubadah bin Ash Shamit ra, bahwa Nabi Muhammad SAW menyebutkan beberapa syuhada’, diantaranya, Maksud Hadist: “…Dan wanita yang dibunuh anaknya (kerana melahirkan) masuk golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusatnya ke Surga(syahid akhirat)”.
- Meninggal karena terbakar dan radang selaput dada. Rasulullah SAW pernah menyebutkan macam-macam orang yang mati syahid, termasuk orang yang mati terbakar. Demikian pula orang yang meninggal lantaran menderita radang selaput dada, yaitu bengkak yang meradang, nampak pada selaput yang ada di bagian dalam tulang-tulang rusuk. Adapun haditsnya diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya.
- Meninggal kerana sedang bertugas (menjaga wilayah perbatasan) di jalan Allah Ta’ala. Berdasarkan hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, Maksud Hadist: “Berjaga-jaga sehari-semalam (di daerah perbatasan) lebih baik daripada puasa beserta shalat malamnya selama satu bulan. Seandainya ia meninggal, maka pahala amalnya yang telah ia perbuat akan terus mengalir, dan akan diberikan rezeki baginya, dan ia terjaga dari fitnah”.
- Wafat dalam keadaan melakukan amal sholeh. Nabi SAW, bersabda, Maksud Hadist: “Barangsiapa mengucapkan Laa ilaha illallah karena Allah kemudian amalnya ditutup dengannya, maka ia masuk surga.
Shadaqta wa Barakta
2011-07-13, Dua kata yang sangat susah untuk bisa diucapkan saat Shubuh menjelang, membalas seruan muadzin, yang disebabkan karena masih seringnya kita dikalahkan oleh setan, susah untuk segera bangkit untuk segera shalat Shubuh, apalagi harus bergegas ke mesjid untuk berjamaah. Setannya adalah diri kita sendiri.
Salah Kaprah Menulis Assalamu'alaykum
2011-06-29,
Penulisan kata atau kalimat yang dilatinkan dari bahasa Arab, belum atau sulit sekali untuk dibakukan. Tetapi ada beberapa hal yang jelas terlihat dan menjadi salah kaprah adalah menuliskan huruf ya yang dimatikan dengan menjadikan huruf i, seperti pada kata assalamu'alaykum dituliskan dengan assalamu'alaikum.
Penulisan yang dilatinkan harusnya bisa dikembalikan lagi dengan sedikit kesalahan, karena memang belum ada pembakuannya. Jika kita belum mengetahui asli dari kata assalamu'alaykum, maka jika kita kembalikan dari assalamu'alaikum, maka i pada kata 'alaikum belum tentu bisa menjadi ya, tetapi menjadi alif atau hamzah.
Penyingkatan
Selain menuliskan latin di atas, terkadang kita juga mendapatkan penyingkatan kata, assalamu'alaykum dengan menggunakan as atau ass saja; demi menghemat jumlah huruf dalam SMS dan waktu untuk menuliskannya.
Jika kita berprasangka baik, maka kita akan menganggap sebagai assalamu'alaykum. Tetapi bagaimana jika memang niatnya adalah menuliskan assamu'alaykum? Maka jelas-jelas itu bukan salam, tetapi berarti 'kehancuran bagimu'.
Sebagai muslim, maka berhati-hati dengan sedikti rajin untuk menulis setidaknya assalamu'alaykum saja, maka sudah sangt baik; agar tidak menjadi pertanyaan bagi yang menerima 'salam' yang kita berikan.
Perhatian Penggunaan Sajadah Pribadi Di Mesjid
2011-06-24,
Membawa sajadah sendiri saat shalat berjamaah di mesjid, umum dilakukan, karena banyak mesjid yang tidak memiliki sajadah yang layak untuk dipakai shalat berjamaah.
Tetapi untuk beberapa mesjid yang sudah baik fasilitas dan layanannya, membawa sajadah sendiri menjadi masalah, karena banyak jamaah langsung menggelar sajadahnya di atas sajadah atau karpet mesjid yang sudah bagus. Masalahnya adalah apakah sajadah yang dibawa tersebut lebih bersih daripada sajadah atau karpet yang ada di mesjid tersebut atau tidak.
Tulisan ini sekedar untuk memberitahu kepada jamaah yang membawa sajadah sendiri, agar meyakinkan bahwa sajadahnya lebih bersih dari sajadah yang ada di mesjid; karena jika tidak, maka akan membuat kotor sajadah atau karpet mesjid.
Tentang Plugin Rich Text Editor Untuk jQuery
2011-06-24,
Rich Text Editor (RTE) adalah fasilitas yang sebaiknya disediakan oleh setiap CMS atau aplikasi web, yang memungkinkan penggunanya memasukkan data dokumen yang panjang, dan teks yang ada di dalamnya bisa diformat.
Pemformatan suatu teks dalam suatu dokumen sangat diperlukan, untuk dapat menampilkan tulisan yang lebih informatif dan nyaman untuk dibaca.
RTE banyak disediakan oleh aplikasi CMS. Jika kita pemrogram web, maka seringkali kita dihadapkan pada pemilihan librari untuk bisa menyediakan fasilitas pemasukan data teks, yang memiliki fasilitas RTE. Tentu saja dengan berbagai pertimbangan, dari kelengkapan fitur sampai dengan kinerja yang baik.
Para pemrogram web yang memanfaatkan jQuery memiliki banyak pilihan plugin; dari yang paling lengkap sampai dengan yang sederhana, memiliki fungsi pemformatan secukupnya. Penulis sendiri lebih menyukai yang sederhana, tetapi fungsi pemformatannya memadai. Salah satunya adalah CLEditor (http://premiumsoftware.net/cleditor/).
TinyMCE dan FCKEditor adalah librari RTE, yang bisa dikatakan terbaik, karena lengkap fiturnya. Librari RTE ini awalnya adalah librari yang berdiri sendiri; tetapi kemudian dikembangkan untuk bisa digunakan oleh jQuery. Akan tetapi, sayangnya, implementasi untuk jQuery belum sempurna, banyak bug; terutama untuk bisa tampil pada popup.
CLeditor adalah plugin native jQuery, dan setelah dicoba ternyata bisa dikatakan bagus sekali. Menurut ukuran penulis, karena fungsionalitas minimal yang dibutuhkan penulis dapat dipenuhi, bahkan jauh melebih harapan penulis.
Untuk pemrogram yang menggunakan jQuery, maka plugin ini sangat dianjurkan untuk dipakai. Selamat mencoba. :-)
Desain Ulang Ukuran Sajadah
2011-06-24,
Sajadah merupakan alas untuk sholat yang digunakan oleh hampir setiap muslim untuk sholat. Tetapi jarang yang memperhatikan tentang ukuran dari sajadah yang harus dibeli.
Desain dan bahan sajadah lebih banyak menjadi pertimbangan pada saat membeli, bukan pada ukuran dari sajadahnya. Padahal ukuran sajadah akan menentukan kesempurnaan dari gerakan shalat yang kita lakukan.
Ukuran panjang sajadah, sebaiknya dipilih yang ukurannya lebih panjang, karena pada saat sujud, maka harus ada ruang di bawah perut, yang memungkinkan anak kambing untuk lewat. Jika terlalu pendek, maka pada saat kita sujud, maka tidak akan ada ruang di bawah perut.
Lebar sajadah tidak menjadi masalah, jika kita shalat sendiri (munfarid); tetapi jika digunakan untuk berjamaah, maka akan menjadi masalah. Mengapa? Karena barisan jamaah shalat menjadi renggang-renggang; padahal kerapatan barisan merupakan salah satu kesempurnaan dari shalat berjamaah. Jadi, ukuran sajadah yang digunakan atau dibawa, sebaiknya sesuai dengan ukuran lebar badan dari setiap jamaah.Lebar sajadah, secara teori akan sama dengan lebar bahu dari setiap orang.
Ukuran panjang dan lebar sajadah akan menjadi lebih diabaikan oleh jamaah sholat berjamaah, apabila para jamaah tidak memiliki bekal untuk membentuk barisan yang lurus dan rapat saat shalat berjamaah.
Pada mesjid dan mushala yang menyediakan sajadah, apalagi menggunakan sajadah yang terpisah-pisah. Kesempuranaan barisan saat shalat berjamaah akan semakin terabaikan; jika imam dan jamaah tidak saling mengingatkan akan kerapian dan kerapatan barisan.
Melalui tulisan ini, semoga imam dan jamaah dapat saling merapikan dan merapatkan barisan saat shalat berjamaah, tanpa harus melihat dan memaksakan diri untuk menempati sajadahnya sendiri.
Menu Kami
Blog Roll
- Software Development Notes
Catatan Tentang Pengembangan Software - Smansa.net
Direktori Alumni SMA Negeri 1 Cirebon
Cari
Tentang Kami
Belajar merupakan proses yang tidak pernah berhenti. Kami mencoba menyampaikan apa yang dipelajari, untuk dapat dipelajari juga oleh yang lain.
Beberapa hasil kerja kami, coba juga disajikan dalam web ini, untuk bisa digunakan, sehingga bisa mempercepat kerja atau pun sebagai bahan acuan untuk pekerjaan pembaca yang mirip.
Lorem Ipsum
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Donec libero. Suspendisse bibendum. Cras id urna. Morbi tincidunt, orci ac convallis aliquam, lectus turpis varius lorem, eu posuere nunc justo tempus leo.
Donec mattis, purus nec placerat bibendum, dui pede condimentum odio, ac blandit ante orci ut diam.
Image Gallery





Lorem ipsum
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Donec libero. Suspendisse bibendum.